Mantan Kades Labuhan Ratu IV Diduga Gelapkan Dana PUAP

0
144

 

Galaksinews.com, Labuhan Ratu – Kepala Desa Labuhan Ratu lV Kecamatan Labuhan Ratu,  Rizal Giarto dengan gamblang mengungkap tentang dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) sebesar Rp. 100 juta tahun 2010 terindikasi digelapkan. Uang itu diduga digelapkan mantan Kepala Desa terdahulu, Hi Suyono, Padahal anggota kelompok tani mengharapkan uang itu kembali untuk biaya modal bertani,Tujuan dana PUAP memberikan pinjaman permodalan ke petani yang terjerat rentenir sebab dana PUAP merupakan pinjaman tanpa bunga.

“Coba tanya ketua gapoktan pak Ahya tentang dana PUAP, masalah dana PUAP itu pernah saya laporkan ke Kejaksaan,Yang laporan kami berdua sama pak Triyono yang paling berani waktu itu, Dulu pak Ahya sama pak Hi Suyono pernah dipanggil pihak kejaksaan, Tapi sampai sekarang ini kami belum tau sejauh mana hasil penanganan dan tindaklanjutnya.

Sedangkan anggota kelompok tani bener – bener perlu duit untuk modal”,ungkap Rizal Giarto, Jumat 26/10 jam 9:30 WIB kepada Galaksinews.com di Emperan dapur dibelakang rumahnya.

Dana PUAP senilai Rp. 100 juta diterima dan dikelola oleh Ahya Ketua Gapoktan Desa setempat tahun 2010, Jabatannya berakhir tahun 2013, dana PUAP diserahkan ke Jarno sebagai bendaharawan.

“Setelah saya serahkan ada kabar dari Jarno kalau uang ada yang macet katanya, duit itu di pake pak Hi Suyono waktu masih jadi kepala desa, Ya sudah, tapi yang penting kwitansi uang yang dipakai itu disimpan”, kelit Ahya mantan Ketua Gapoktan itu, Senin, 29/10 jam 12:00 WIB di rumahnya.

Sementara mantan Kepala Desa Labuhan Ratu lV, Hi Suyono hendak dikonfirmasi tidak berada di kediamannya, Bukan hanya saat  itu saja, selama menjabat Kepala Desa Labuhan Ratu.

“Uang yang disalurkan tidak saja uang masyarakat yang diminta pertanggungjawaban didunia tapi juga sampai di padang masyar”,tegas DR. Ir. Sumarjo Gatot Irianto Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian seperti dikutip dari psppertanian.go.id.

Ditjen PSP Kementan telah mengaudit PUAP se-Indonesia, mana yang sakit, setengah sakit dan yang sehat. Diharapkan ke depannya PUAP yang sudah ada didorong harus lebih produktif.(Tarmizi)

LEAVE A REPLY