Kementrian Pariwisata Resmikan Festival Way Kambas Lampung Timur Ke – XVIII Tahun 2018

0
115


Galaksinews.com Labuhan Ratu – Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) meresmikan acara Festival Way Kambas ke XVIII di Kabupaten Lampung Timur, Jumat (09/11/18).

Festival Way Kambas yang bertajuk “Konservasi untuk Kesejahteraan” tersebut, menyuguhkan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya, Forest Fotography Festival, Jejak Petualang, Festival Kuliner, Atraksi dan Parade Budaya dari 24 kecamatan, yang ada dikabupaten Lampung timur.

Kepala Bidang Pemasaran Area IV Regional I Kementrian Pariwisata RI, Heri Hermawan mengaku sangat mendukung pemerintah daerah dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata diwilayahnya.

“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah daerah di Kabupaten Lampung Timur dalam mempromosikan tempat pariwisata di daerah hingga ke mancanegara.

Presiden pun mencanangkan agar tahun besok kita mampu mendatangkan 20 juta wisata mancanegara dan 21 juta wisatawan nusantara,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah Kabupaten Lampung Timur ikut andil dalam pencanangan pariwisata yang di usung pemerintah pusat tersebut.

“Saya berharap Lampung bisa memberikan kontribusi, acara ini perlu untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” harapnya.

Ditempat yang sama, Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Theresia Sormin mengatakan, Pemprov menyambut baik festival yang merupakan kegiatan tahunan sekaligus mengkampanyekan satwa yang terancam punah itu.

“Dalam lima tahun terakhir pariwisata di Lampung mengalami pertumbuhan tujuh kali lipat, Saya mengharapkan kegiatan pemerintah kabupaten Lampung timur dapat melakukan perencanaan yang matang dan terarah ke depannya, Saya ber harap ditingkatkan sinergitas untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan bagi masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengungkapkan, pendapatan TNWK dari PNBP mengalami kenaikan sejak digelar festival 2016 hampir 700 juta dari sebelumnya cuma Rp35 juta per tahun. Lalu, tahun 2017 pendapatan menjadi Rp850 juta, dan 2018 hampir Rp900 juta.

“Kami berharap destinasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik sebab ketika kita olah menjadi hampir pendapatan menjadi Rp1 miliar,” Pungkasnya.(Wayan)

LEAVE A REPLY