Chusnunia Chalim Buka Sosialisasi Pembinaan Pendidikan Keluarga dan Sekolah Ramah Anak

0
60

Galaksinews.com, Sukadana – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur gelar sosialisasi pembinaan pendkdikam keluarga dan sekolah ramah anak yang bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Timur Ramah Anak, dan akan dimulai dari sekolah, kegiatan ini digelar di Balai Desa Rantau Jaya, Senin (21/01/2019) tersebut hadir pula, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Marsan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan yang berhalangan hadir, selanjutnya hadir Camat Sukadana, Mursid, Maryono anggota DPRD Lamtim, Sugeng Riyadi Kades Rantau Jaya Udik 2 dan Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Sukadana, Sutanto.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengatakan bahwa Kabupaten Lampung Timur tidak bisa mewujudkan Kabupaten Ramah Anak jika tidak dimulai dari sekolah ramah anak.

“Lampung Timur tidak bisa mewujudkan Kabupaten Ramah Anak jika tidak dimulai dari Sekolah Ramah Anak”, hal tersebut disampaikan oleh Bupati Lampung Timur saat memberikan sambutannya pada acara Sosialisasi Pembinaan Pendidikan Keluarga dan Sekolah Ramah Anak Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019.

Dalam arahannya pemilik sapaan akrab Mbak Nunik itu menyampaikan bahwa tujuan utama adanya Sekolah Ramah Anak maupun Kabupaten Ramah Anak ialah untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak.

“Karena Lampung Timur menuju Kabupaten Ramah Anak, Ini bukan soal status-status atau penyebutan-penyebutan bulak balik tentang ramah anak tetapi sekali lagi ini demi memberikan yang terbaik kepada generasi yang akan melanjutkan perjuangan kita”, katanya.

Nunik menambahkan bahwa selain dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah juga memiliki andil besar dalam perkembangan anak.

“Selain dari lingkungan keluarga, tangan kita inilah yang memberikan warna apapun kepada anak-anak yang seperti kertas putih, yakni dari lingkungan sekolah”, ujar Nunik.

Selain itu, tak lupa pula Nunik menjelaskan bahwa adanya Sekolah Ramah anak selain untuk memenuhi dan melindungi hak-hak anak tetapi juga untuk menjaga dan memberikan hak-hak guru termasuk kesejahteraannya, kata Nunik.

Ini juga termasuk melindungi hak guru juga, karena guru punya hak, anak anak punya hak jadi harus seimbang, dan agar orang tua juga paham apa hak dan kewajibannya jadi jangan jika tiba-tiba anaknya terkena hal negatf langsung menyalahkan gurunya.

“Sehingga sekolah ramah anak ini bisa mewujudkan hak-hak anak secara utuh atau penuh dan juga guru-guru ini dapat mengajar dengan tenang disamping urusan kesejahteraan guru menjadi perhatian utama”, pungkasnya. (Tarmizi)

LEAVE A REPLY