Zaiful Bokhari : Pemkab Lamtim Akan Bangun dan Tata Kota Sukadana

0
42

Galaksinews.com, SUKADANA – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sedang menggalakan bangun dan tata Kabupaten Lampung Timur, khususnya di Kecamatan Sukadana, sehingga Sukadana sebagai ibukota Lampung Timur bisa menjadi kota Sukadana yang benar – benar kelihatan kotanya.

Berkenaan dengan hal tersebut itu Ketua Forum Komunikasi Surat Kabar Mingguan (FKSKM) Lampung Timur Tarmizi Husen menemui Zaiful Bokhari selaku Wakil Bupati Lampung Timur di rumah dinasnya, Kamis sore (24/01/19).

Dia mengatakan, semenjak dilantiknya ibu Chusnunia Chalim sebagai Bupati Lamtim dan saya Zaiful Bokhari sebagai Wakil Bupati Lamtim sudah banyak yang kami perbuat dan kami laksanakan mulai dari pembangunan infrastruktur, Penataan kota serta memberikan bantuan kepada beberapa kelompok tani melalui dinas Pertanian Kabupaten Lamtim dan lain sebagainya.

” Untuk tahun 2019 ini di desa pasar Sukadana sampai desa Sukadana Ilir akan kita bangun jalan lanjutan mulai dari pasar lama sampai ke Perapatan Tono, terus kita lanjut pembangunan jalan Cor beton kearah balai desa Sukadana Ilir, hingga sampai kearah jalan pipa gas”, ujarnya.

Lanjut Zaiful Bokhari mengatakan, untuk tahun 2019 ini mereka akan merencanakan Pembangunan Pagar dan jalan kecil buat pejalan kaki, sepanjang mulai dari jalur 2 desa negara nabung Sampai dengan jalur 2 pasar Sukadana, dan saya berharap kepada seluruh masyarakat Lampung timur, khusus nya masyarakat yang berada Dikecamatan Sukadana yang rumah nya berada didepan jalur dua untuk mendukung dan siap kalau Depan rumahnya kita buat Pagar sama sepanjang jalan dan jalur tersebut, jelasnya.

Zaiful Bokhari disinggung mengenai pembangunan perbatasan antara kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro, yang sudah viral dimedsos dan Facebook mengenai pekerjaan rekanan yang kurang baik dan kurang Profesional, mulai dari pembuatan patung gajah yang kurus seperti tikus, warna siger yang merah dan sampai tulisan Selamat jalan, huruf S terbalik, dan huruf N terbalik, dia dengan tegas mengatakan yang harus disalahkan adalah Kepala dinas PUnya, karena yang menunjuk konsultan dan pemborongnya adalah Kadis Pekerjaan Umum (PU), dia yang harus bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut, pungkasnya.(Tarmizi)

LEAVE A REPLY