Galaksinews.com,Lampung Barat – Kopi robusta Lampung Barat terus didorong menembus pasar internasional. Upaya tersebut salah satunya dilakukan PT Dua Putra Sekincau melalui penguatan kualitas, produktivitas, serta jaringan pemasaran kopi dari tingkat petani hingga pasar global.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan pengumuman hasil Lomba Kebun Kopi Lampung Barat 2026 bertajuk “From The Farmer to The World” yang digelar PT Dua Putra Sekincau, Selasa (25/8).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Lampung Barat Drs. Nukman, MM, mewakili Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Anggota DPRD Lampung Barat Ahmad Ali Akbar, SH, Kepala Dinas Perkebunan Lambar Yudha Setiawan, Pimpinan Wilayah BRI Lampung Andreas Chandra Santoso, Kepala Cabang BRI Lampung Barat Yudi Suawalman, Ketua KTNA Lampung Barat Agus Sifour Rosyid, CEO Eksportir Kopi Jaya Abadi, Forkopimda, unsur Uspika Kecamatan Sekincau, pelaku usaha kopi serta 57 kelompok tani peserta lomba.
Dalam sambutannya, Sekda Lambar Nukman menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya PT Dua Putra membawa kopi Lampung Barat ke pasar dunia. Menurutnya, kehadiran perusahaan tersebut menjadi peluang bagi petani untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kopi.
PT Dua Putra sudah berjalan sekitar dua tahun dan penjualan kopinya telah menyentuh lima benua. Ini tentu menjadi peluang besar bagi kopi Lampung Barat untuk semakin dikenal di pasar internasional,” kata Nukman.
Ia menyebut Lampung Barat memiliki potensi produksi kopi yang besar, mencapai sekitar 70 ribu ton per tahun. Karena itu, peningkatan kualitas dan produktivitas harus berjalan beriringan dengan penguatan pemasaran. “Harapan kita ke depan hasil kopi Lampung Barat dapat semakin banyak dipasarkan melalui PT Dua Putra. Jangan sampai kopi Lampung Barat hanya dikenal di wilayah kabupaten, tetapi harus dikenal secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Nukman mengatakan Pemkab Lambar terus menjalankan berbagai program pengembangan kopi, mulai dari Dinas Perkebunan, Sekolah Kopi hingga pengembangan Kampung Kopi. Menurutnya, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan edukasi dan pariwisata berbasis kopi.
Ia berharap berbagai bantuan pemerintah kepada petani dapat menjadi stimulan untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas, bukan membuat petani bergantung.
Nukman juga meminta lomba kebun kopi tidak berhenti pada pemberian penghargaan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat disertai pelatihan budidaya agar pengetahuan dan keterampilan petani semakin meningkat.
Sementara itu, Anggota DPRD Lambar Ahmad Ali Akbar menyoroti pentingnya peningkatan akses menuju perkebunan kopi. Menurutnya, infrastruktur menjadi salah satu faktor penting untuk memperlancar distribusi hasil panen dari kebun menuju pasar. “Kalau akses ke kebun semakin baik, tentu petani akan lebih mudah membawa hasil produksi. Kita ingin hasil dan nilai tambah kopi dapat dinikmati masyarakat Lampung Barat, jangan sampai justru lebih banyak dinikmati pihak dari luar daerah,” katanya.
Ia juga mendorong BRI untuk terus menjadi mitra petani kopi. Selain akses pembiayaan, Ahmad mengusulkan program bantuan ternak kambing bagi petani. Menurutnya, pengembangan ternak dapat memberikan manfaat ganda karena kotoran kambing dapat diolah menjadi pupuk organik untuk membantu menjaga kesuburan tanah perkebunan kopi, Target Suplai 100 Ribu Ton
Direktur PT Dua Putra Sekincau, Hendri Sitompul, mengatakan perusahaan memiliki visi menjadi mitra industri kopi lokal dan global dalam penyediaan biji kopi robusta dengan standar mutu yang konsisten. “Visi kami menjadi mitra andal bagi industri kopi lokal dan global dalam penyediaan biji kopi robusta dengan standar mutu yang konsisten,” ujar Hendri.
Ia menjelaskan, perusahaan terus memperluas pasar global melalui strategi ekspor dan kemitraan berkelanjutan dengan pelaku industri kopi.Selain menjaga karakter dan kualitas kopi, PT Dua Putra juga berkomitmen mendukung kesejahteraan petani serta membangun rantai pasok kopi yang efisien dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Hendri menyebut PT Dua Putra merupakan perusahaan milik pribumi yang sebelumnya bergerak sebagai pemasok kopi sebelum berkembang dan mendirikan perusahaan sendiri.
“PT Dua Putra hadir di tengah pasar kopi internasional. Kami menyuplai sejumlah perusahaan kopi besar di Indonesia maupun pasar internasional, termasuk ke Eropa dan Amerika,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, total suplai kopi perusahaan pada 2025 mencapai sekitar 25 ribu ton dan telah menjangkau lima benua. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 50 ribu ton pada 2026 dan melonjak hingga 100 ribu ton pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, Hendri mengajak petani kopi Lampung Barat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen.
“Kami mengajak seluruh petani untuk bergabung dan bersama-sama meningkatkan produktivitas. Harapan kami, dalam lima tahun ke depan Lampung Barat semakin dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta berkualitas di dunia,” pungkasnya.
Enam Pemenang Lomba Kebun Kopi Lambar 2026
Masturi – Kebas, Kecamatan Sekincau – Nilai 92
Syaipudin – Simpang Kebas, Kecamatan Sekincau – Nilai 90
Mistan – Muara Jaya, Kecamatan Way Tenong – Nilai 88
Wawan Setiawan – Basungan, Kecamatan Pagar Dewa – Nilai 88
Suhaji – Padang Tambak, Kecamatan Way Tenong – Nilai 86
Suwarno – Tri Budi Makmur, Kecamatan Way Tenong – Nilai 86.
( DIKA )










